“JIKA SHOLATMU BENAR MAKA KAMU AKAN BAHAGIA”
Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Ketika kita mendengar kata sholat maka kita akan teringat dengan kewajiban, tetapi sayangnya banyak diantara kita yang melakukan sholat itu hanya menggugurkan kewajiban tanpa mau mengerti apa itu sholat, bagaimana bacaan sholat yang benar, bagaimana gerakan sholat yang benar, apa arti dari bacaan sholat tersebut, apa manfaat dari sholat tersebut baik dari segi jasmani maupun segi rohani dan kesehatan, sehingga banyak diantara kita yang sholat tapi kayak tidak sholat karena hanya jasmani saya yang sholat sedangkan rohaninya tidak, sholatnya hampa tanpa ruh.Sehingga banyak diantara kita yang melakukan sholat tertapi juga melakukan maksiat karena mereka tidak mengerti arti sholat, tujuan sholat, bahkan kita bisa menghitung dengan jari seberapa banyak kita bisa khusuk, meresapi bacaan sholat tersebut.
Padahal dalam Ai Qur’an surat al ankabut ayat 45 dijelaskan bahwa:
...وَالْمُنْكَرِالْفَحْشَاءِ عَنِتَنْهَىٰالصَّلَاةَإِنَّ....
....Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar...
Berarti kalau ada orang yang melakukan sholat tetapi dioa juga masih melakukan maksiat maka ada yang salah dalam sholatnya, bahkan dalam hadis Rosulullah dijelaskan barang siapa yang sholatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar maka sesungguhnya ia menjauh dari Allah, nauzhubillah.
Maka dari itu perlu adanya pemahaman tentang sholat itu apa, bagaimana tata cara sholat yang benar baik bacaan maupun tata caranya dan arti dari bacaan sholat tersebut.
Daan salah satu cara untuk mengerti itu semua adalah dengan pendalaman terapi sholat bahagia, ksekilas ketika mendengar “pendalaman terapi sholat bahagia”itu asing ditelinga kita, “apa hubungannya terapi sama sholat padahal sholat itu ibadah dan terapi itu pengobatan”, mungkin itu yang kita pikirkan. Padahal ada hubungan yang sangat dasyat dari ke duanya kalau kita memahaminya
Mari kita bahas tentang pendalaman terapi sholat bahagia yang diciptakan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag( Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia” )
Sebelunya kita perlu tau apa saja rukun-rukun sholat, rukun Sholat: a. Niat, b. Berdiri bagi yang mampu, c. Takbirotul ihram, d. Membaca Alfatihah, e. Ruku’, f. I’tidal, g. Sujud, h. Duduk di antar dua sujud, i. Duduk tasyahud akhir, j. Membaca tasyahud akhir, k. Salam dan didalam pendalaman terapi sholat bahagia itu dibagi menjadi 6 yang sering disingkat dengan: kalimat kunci: SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID UNTUK AKSI SOSIAL, lalu apa maksud dari itu semua?, mari kita kupas satu persatu
1. SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
Pada posisi ini, perokaat membaca doa pembuka (iftitah), surat al-Fatihah dan beberapa ayat al-Qur‟an. Setelah selesai dari pemujaan doa dan pengesahan Allah, disyariatkan bagi pelaku shalat untuk memohon jaminan dari Allah agar dikabulkan semua permintaan dan sembahan dengan membaca amin sebagaistempel pengesahan sekaligus penutup
Pengamalannya seperti ini:
1.Syukur ; Wahai Allah , aku bersyukur atas ni’matmu
2.Bimbinga ; Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar
3.Ketahanan iman ; Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-mu
Saat berdiri kita juga mengingat semua apa yang sedang kita inginkan dan memilik tambahan dari renungan di atas apabila ingin lebih ideal
1. Aku berterima kasih atas semua ni’mat-mu, yatu (1)...(2)…dst ( dan mulailah sebut keni’matanmu dalam ahati tanpa ada suara dari mulut ). Ampunilah aku, karna sering mengeluh dan kurang berterima kasih kepada-mu
2. Wahai Allah, setiap saat , aku dan keluargaku menghadapi godaan dosa, terutama godaan duniawi berupa harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang engkau haramkan ( bukan makhrom ) . Berikan kami kecantikan , kekayaan, dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami kedalam dosa’
2. TURUT (Tunduk; Menurut)
yaitu dengan membungkukkan badan dengan kedua tangan di lutut, dan wajah diarahkan ke tempat sujud. Posisi rukuk ini akan membengkokkan tulang belakang untuk menggerakkan, melembutkan otot-otot, melemaskan tulang-tulang yang kejang dan kaku, dan mengendorkan ruas-ruas tulang belakang, supaya tulang belakang kembali sesuai anatomi.
Pengamalannya seperti ini:
1. Tunduk ; Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-mu, aku bertasbih dan menyerahkan hidup mati , sehat sakit dan seluruh jiwa ragaku dan seluruh persoalan kepada-mu.
2. MENURUT ; Aku menurut kepada semua perintah-mu . Ampuni dosa-dosaku.
Saat kami membaca ini di suruh mengingat empat tambahan agar lebih detail
1. Wahai Allah aku mempunyai masalah , yaitu ( mulailah kita sebut semua masalah dalam hidup baik itu sebuah pribadi atau tidak )
2. Wahai Allah, akuikhlas , ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut, jika pernah mengeluh karna keputusanmu , berarti itu karna kebodohanku . Ampunilah aku
3. Wahai Allah , aku yakin (3 kali ) engkau pasti (3 kali ) Maha kuasa . Menolong aku . Engkau pasti (3 kali ) menyayangi aku, dan tidak mugkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku
4. Wahai Allah , aku pasrah (3 kali );aku pasrahkan seluruh masalah tersebut terbaik untukku . Aku ikhlas apapun keputusanmu
3. HADIR (Hak pujian; Takdir)
Posisi ini adalah dengan bangkit dari rukuk) dan makna filosofinya, ada dua hal penting yang perlu dihayati dalam posisi ini, yaitu Hak pujian dan Takdir. Kita tidak dibenarkan mengharap pujian manusia dalam pekerjaan apapun. Hak pujian hanya milik Allah. Dengan demikian, menghapus harapan pujian orang berarti menutup sumber kecemasan dan kekecewaan. Begitupun dengan takdir, Tidak ada yang terjadi di dunia ini secara kebetulan. Semuanya terjadi atas Rencana Besar. Dengan keyakinan itu, seorang muslim memiliki daya tahan yang dahsyat menghadapi kegagalan. Ia juga bisa menahan diri dari amarah kepad orang lain yang menyebabkan kegagalan itu, sebab ia percaya dengan yakin bahwa semua yang terjadi sebagai kehendak Allah
Pengamalannya seperti ini:
1.HAK PUJIAN : Hanya Engkau yang berhak di puji. Ampunilah aku karna terlintas mengharap pujian manusia
2. TAKDIR ALLAH : Semua hal terjadi atas takdirmu . Aku ridho dan ikhlas menerimanya
Tambahan jika ingin lebih detail
1. Wahai Allah, hapuskanlah di hatiku dari mengharap penghormatan , puji dan terimakasih orang. Sebaliknya jadikan aku selalu menghormati,menghargai dan terima kasih kepada orang . kkuatkan kesabaranku menghadapi kecacian dan kezaliman orang.
2. Aku ikhlas , ridho , tidak mengeluh atas semua takdir-mu. Rencanamu pasti ( 3 kali )lebih baik dari rencana hidupku . Takdirmu pasti (3 kali )yang terbaik untukku
4. MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga)
Sujud adalah posisi paling agung dalam shalat setelah rukuk. Dalam sujud, orang tidak bisa menoleh kemanapn kecuali menghadap Allah. Rukuk adalah simbol penghambaan, sedangkan sujud simbol kedekatan. Sujud merupakan pembeda muslim dan setan, sebab setan selalu menolak melakukannya. Sujud juga posisi terdekat antara manusia dan Allah
Pengamalannya seperti ini:
1.MAAF; Maafkan dosa-dosaku , kerabatku dan keluargaku
2.SINAR ; Sinarilah hati, lidah ,mata,dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridhoi
3.JIWA DAN RAGA ; Jiwa dan ragaku dalam kekuasaanmu . Aku serahkan hidup dan mati , semua kehendakmu dan semua persoalan kepadamu
Tambahan ( jika ingin lebih detail )
1. Wahai Allah . Ampunilah aku ,keluargaku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia . Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikanlah kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka, jika dalam pandangamu ada kebaikan pada diriku , jadikanlah kebaikan itu bagian dari pahala yang mengalir untuk keluargaku , guru-guruku, saudaraku dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi orang seperti ini.
2. Berikan cahayamu untukku ,keluargaku dan hatiku bersi dari iri dan dengki , jadikan semua perkataan kami benarvdan menyemangati semua orang , serta telinga kami peka terhadap Al- Qur’an dan panggilan adzan
3. Lanjutkan do’an seperti pada posisi ruku’ dan ingat semua kebaikan orang-orang , kesalahanmu , keinginanmu
5. AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman]
kita duduk dengan otot-otot pangkal paha. Dalam sikap duduk ini, salah satu saraf pangkal paha yang besar berada di atas kedua tumit kaki. Tumut dilapisi oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian, tumit menekan otot-otot pangkal paha serta saraf pangkal paha yang besar itu, sehingga saraf pangkal paha itu terpijit. Pijitan tersebut dapat menghindarkan dari penyakit saraf pengkal paha yang menyebabkan rasa sakit, nyeri, sehingga tidak dapat berjalan.
Pengamalannya seperti ini:
1. Wahai Allah , ampunilah dosa-dosaku
2.semua manusia yang baik. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untukmembahagiakan keluargaku . Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepadamu
3. Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga , syiar agama, dan menolong fakir miskin , jadikan aku lebih senang memberi daripada di beri . Beri aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit
4. Kuatkanlah imanku , agar aku semakin dekat denganmu, agar aku bisa berdekatan denganmu , sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-mu
6. SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakkal)
Posisi duduk ini disebut “tasyahud” karena di dalamnya ada bacaan “syahadat”, sebuah ikrar keimanan, “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Hal tersebut menjelaskan bahwa kita harus menerima apapun takdir Allah dengan ikhlas, ridla dan senang hati, serta bertawakal kepada Allah.
Dengan metode-metode dan penerapan inilah shalat bahagia itu di gunakan untuk mencapai sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting dan kesakralan sebuah ibadah sholat. Dari pembahasan di atas menunjukan bahwasanya shalat adalah sebuah kewajiaban bagi semua umat islam, pada dasarnya shalat juga sebagai sebuah prosesi ritual yang dilakukan oleh orang yang beriman sebagai wujud penghambaannya terhada Allah SWT. Dalam shalat, hal paling utama dan paling penting adalah tentang diterimanya shalat, dan hal yang menentukan shalat seseorang itu diterima ialah menjalakan rukun, syarat-syarat sah dan wajibnya shalat dengan benar sesuai syariatnya
Pengamalannya seperti ini
:
1.SHOLAWAT ; Sholawatdan salam untuk Nabi SAW berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya
2.PERSAKSIAN ; Aku bersaksi, Tiada Tuhan selain Engkau , dan Muhammad adalah utusanmu , jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku
3.TAWAKAL: Aku serahkan hidup dan matiku , sehat , sakit , kaya , miskindan semua takdir hidupku, persoalan kepadamu
Tambahan jika ingin lebih detail
1.Jadikan aku, Keluargakudan saudara-saudaraku, berakhlak seperti Nabimu, Nabi Muhammad . Mudahkan aku dan keluarga beribadah di mekkah dan madinah, serta berdo’a di dekat makam Nabi-mu . Aku berharap di hari kiamat kelak , mendapatkan syafa’at Nabi-mu. Di surga, engkau pertemukan kami sekeluarga dengan Nabi Muhammad
2.Jadikan syahadat penambah , percaya diriku , penghilang ke cemasanku , penyemangat kerjaku , dan penguat optimisku , jadikan la ilaha illallah kata terakhir ketika izrail mencabut nyawaku
3. Lanjutkan dan mulailah doa samba mengintas semua dosa yang pernah kamu lakukan, kebaikan , penyesalansemua kamu inget dan mintak ampunan
4. Wahai Allah sekarang aku lebih bahagia , aku akan menoleh ke kanan dan kiri. Berikan kemudahan hidup , kesuksesandan sebekah kanan dan kiri. assalamu’alaiku warahmatuallah
ITULAH TAT CARA PENDALAMAN TYERAPI SHOLAT BAHAGIA, INSYALLAH JIKA KITA BISA MENGAMALKAN ITU PADA WAKTU SHOLAT MAKA KITA AKAN MERASAKAN KETENANGAN, KETENTRAMAN, DAN BAHAGIA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar